Langkah awal dalam mempelajari tulisan Jepang adalah mengenal dan mempelajari Huruf Hiragana.

Huruf Hiragana adalah penulisan dalam Bahasa Jepang yang mewakili sebuah suku kata. Huruf Hiragana mulai marak digunakan pada abad 10. Zaman dahulu Hiragana disebut juga sebagai tulisan wanita atau onna de, karena pada masa itu, Huruf Hiragana lebih sering digunakan oleh kaum wanita.

Huruf Hiragana berfungsi untuk:

  • Menulis kata-kata yang berasal dari Bahasa Jepang asli.
  • Menulis partikel-partikel yang ada dalam Bahasa Jepang.
  • Menulis akhiran kata (okurigana).
  • Menulis kata keterangan (adverb), beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif).
  • Perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
  • Menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
  • Menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca.

Ada 46 karakter dalam Hiragana yang meliputi:

  • 5 huruf vokal utama
    A seperti dalam kata Api
    I seperti dalam kata Ini
    U seperti dalam kata Udang
    E seperti dalam kata Ekor
    O seperti dalam kata Obor
  • 39 huruf konsonan yang bergabung dengan huruf vokal diakhirnya, seperti: ka,ki,ku,ke,ko
  • 1 huruf konsonan tunggal yang tidak bergabung dengan huruf vokal, yaitu: n
  • Dan sebuah partikel wo yang dibaca o

Berikut adalah tabel Huruf Hiragana dasar (seion) berikut dengan urutan penulisannya (kakijun):

huruf hiragana

Tanda tenten (“) (baca: tengteng). Mirip dengan tanda 2 kutip yang ditambahkan setelah Huruf Hiragana di atas kanan. Tanda tenten jika ditambahkan ke huruf Hiragana, maka akan berubah bunyi/bacaannya.

Huruf Hiragana yang dapat ditambahkan tanda tenten yaitu:

  • ka,ki,ku,ke,ko -> berubah bunyi menjadi -> ga,gi,gu,ge,go
  • sa,shi,su,se,so -> berubah bunyi menjadi -> za,ji,zu,ze,zo
  • ta,chi,tsu,te,to -> berubah bunyi menjadi -> da,ji,zu,de,do
  • ha,hi,fu,he,ho -> berubah bunyi menjadi -> ba,bi,bu,be,bo

Kelompok huruf yang ditambahkan tanda tenten disebut juga Dakuon (bunyi berat).

Berikut adalah Tabel Huruf Hiragana yg menggunakan tanda tenten:

dakuon

Tanda maru (bulat). Bulatan kecil yang ditambahkan setelah Huruf Hiragana di atas kanan. Tanda maru jika ditambahkan ke huruf Hiragana, maka akan berubah bunyi/bacaannya.

Huruf Hiragana yang dapat ditambahkan tanda maru yaitu:

  • ha,hi,fu,he,ho -> berubah bunyi menjadi -> pa,pi,pu,pe,po

Kelompok huruf yang ditambahkan tanda maru disebut juga Handakuon (bunyi separuh berat).

Berikut adalah Tabel Huruf Hiragana yg menggunakan tanda maru:

handakuon

Yoon (bunyi konsonan ganda) adalah huruf konsonan Hiragana dasar yang berakhiran -i digabungkan dengan Huruf Hiragana ya,yu,yo yang dituliskan setelah huruf Hiragana dasar dan lebih kecil daripada huruf Hiragana yang ada di depannya.

Berikut adalah Tabel Huruf Hiragana yang termasuk dalam Huruf Yoon:

yoon

Dalam Yoon bisa terdapat tenten atau maru dengan ketentuan huruf yang sama dengan kelompok Dakuon dan Handakuon.

« »